Ketika Anda berhasil meraih “hati” pelanggan, mereka akan bersedia dengan sukarela “berkorban” untuk Anda

Selasa, 08 Maret 2011

“ Jika Kita Tidak Mempertahankan Konsumen Kita, Orang lain Akan Merebutnya .“


Pada era persaingan yang semakin ketat sekarang ini, ungkapan tersebut menjadi sangat berbahaya jika Anda abaikan. Fakta membuktikan, dibutuhkan tiga kali lipat dana untuk menarik konsumen baru dibandingkan dengan dana yang dibutuhkan untuk mempertahankan konsumen.

Konsumen sekarang lebih pandai dan lebih jeli dalam memilih jasa pelayanan atau produk Anda. Rewards yang besar belum tentu menarik mereka untuk menggunakan jasa atau produk Anda. Namun apakah Anda pernah mencoba ketika bertemu dengan konsumen Anda kemudian Anda menyapanya penuh dengan keakraban? Bagaimana respon mereka?, Bagaimana kalau Anda bersikap sebaliknya? Bagaimana juga respon mereka?. Apa kesan mereka seandainya bertemu lagi dengan Anda? Dan tentunya Anda pun setuju ketika mereka kembali bertemu dengan Anda, mereka akan jauh lebih menyukai Anda.
Sebagai pemilik atau penyelenggara sebuah produk atau jasa tentunya Anda sangat memperhatikan hal tersebut. Karena disitulah Anda mulai menjalin hubungan yang baik untuk konsumen Anda. Anda dituntut untuk memberikan yang terbaik yang bisa memberikan “Kepuasan” bagi konsumen. Tidak hanya kepuasan dari produk atau jasa Anda, akan tetapi pelayanan yang menyentuh hati konsumen. Dan tentunya mereka pun akan kembali melakukan pembelanjaan yang lebih besar kepada Anda. Lalu bagaimana pelayanan yang saharusnya dilakukan?

Sebagai orang yang berhubungan langsung dengan konsumen, Anda harus jeli mencari strategi cerdas untuk memengaruhi dan mempertahankan konsumen. “Membaca” pikiran konsumen merupakan cara cepat untuk mengetahui apa yang mereka inginkan.. Penerapan Otomatis, Anda pun akan tahu cara memengaruhi dan mempertahankan mereka.

MENU